Teruntuk Seseorang Yang Ingin Kuabadikan
Teruntuk Zami,
Hai, Zam. Apa kabar? Hm … sebenarnya aku bingung mau ngomong
apa. Tapi … selamat Lulus.
Kau pasti bingung karena mendapat surat seperti ini
tiba-tiba. Tapi, kurasa sudah waktunya kuperjelas semuanya.
Ingat dengan ice cream
rasa blueberry yang dulu sering ada
di bangku tempat kau duduk sehabis latihan basket?
Ingat dengan puisi ini?
Aku tertawa,
melambaikan tangan
Akhirnya menemukanmu
Kau balik tertawa,
tanganmu juga melambai
Kau kembali, berjalan
mendekat ke arahku
Lantas, bersama-sama
kita menyusuri jalanan itu beriringan
Jujur, aku masih berharap apa yang ada di puisi itu
benar-benar terjadi. Namun, aku mengerti. Itu tidak akan pernah terjadi. Aku tahu
ada seseorang yang lebih pantas untuk itu.
Maaf, setelah menghilang setahun ini kemudian kembali
mengirimi surat, aku tak bermaksud mengganggumu.
Kuakui aku masih suka melihatmu diam-diam di manapun. Di kantin,
koridor, juga lapangan basket. Aku suka itu. Aku pernah bilang padamu bahwa
melihatmu adalah hobiku di surat sebelum ini, kan?
Tapi sekali lagi kukatakan, aku tak berniat mengganggumu. Aku
tahu ada seseorang yang jauh lebih pantas untukmu. Aku hanya ingin berterima
kasih. Selama empat tahun masa kuliah ini kau benar-benar penyemangatku. Aku bahkan
rela bangun pagi setiap hari hanya untuk melihatmu lima menit di kantin setiap
pagi.
Zam, bolehkah aku masih menyukaimu setelah ini? Mungkin kita
takkan bisa bertemu lagi besok. Kita akan mengambil jalan masing-masing. Bolehkah?
Aku takkan mengganggumu. Sungguh. Aku hanya ingin mengabadikanmu sebagai
seorang yang pernah amat kusuka meski kau tak tahu siapa aku atau bagaimana aku
bisa menyukaimu.
Zam, terima kasih. Aku benar-benar berterima kasih untuk
semua yang kuterima selama ini.
Dari seseorang yang selalu kau panggil Ra.
Diikutan dalam lomba menulis surat secret admirer Bentang Pustaka
Teruntuk Seseorang Yang Ingin Kuabadikan
Reviewed by Aulia Maysarah
on
03.13
Rating:
Reviewed by Aulia Maysarah
on
03.13
Rating:

Tidak ada komentar: